Kenyataan yang Bertolak Belakang

Aku menulis ini sebenarnya juga bertanya-tanya apakah ini layak menjadi bahan bacaan atau hanya sampah bagi sebagian orang.Saya menulis ini bukan untuk menjelek-jelekkan tetangga saya tapi hanya sebagai pelajaran buat kita semua.

Tetangga saya itu adalah salah satu orang imam di sebuah mesjid terkenal di kota ini, namun yang aku herankan adalah mengapa ia membiarkan keluarganya tidak memakai jilbab sebagaimana yang menjadi kewajiban umat Islam.
Dan yang paling membuat hati saya menjadi miris adalah perbuatan yang bisa dibilang tidak bagus yang dilakukan oleh menantunya. Kebetulan rumah kami saling berhadapan mereka. Mula-mula ia mempunyai usaha pulsa seperti yang ada dirumah saya, namun lama kelaman ia juga memulai usaha apotik.

 Awalnya saya tidak heran karena memang sepertinya sang menantu bekerja di salah satu perusahaan obat, namun lama-kelamaan sayng menjadi curiga, Mengapa disebuah apotik pelanggannya sebagian besar adalah anak remaja. Dan yang paling mengherankan apotik itu tidak pernah sepi, bukannya saya iri tapi lama-kelamaan terungkap kalau ternyata ia menjual diluar batas. Naudzubillah....

Dan tidak masuk akal rasanya jika ia tidak mengetahiu perbuatan sang menantu..sisi baiknya adalah  ia tidak pernah melayani pembeli seperti itu.Entah apa yang ada di pikiran anda tapi saya rasa ini merupakan perbuatan yang tidak patut untuk ditiru.Semoga Allah selalu menunjukkan jalan yang benar dan lurus.Amin

Komentar